Layer 4: Quality Gates

Dua jenis gate yang harus dilewati sebelum sebuah PR bisa dibuat atau digabungkan.

Layer 4 adalah mekanisme yang memutuskan apakah hasil kerja sebuah fase cukup layak untuk lanjut ke fase berikutnya. Ada dua jenis gate, dan keduanya wajib — tidak bisa dilewati.

Dua jenis gate

Gate otomatis (Verifier)

Dijalankan oleh agent Verifier yang read-only: lint, test, dan review otomatis terhadap hasil Implement. Read-only di sini bukan detail teknis semata — itu jaminan bahwa proses pengecekan kualitas tidak bisa diam-diam "memperbaiki" kode tanpa jejak, karena Verifier memang tidak punya akses tulis. Hasilnya dicatat sebagai verify-report.md di Layer 3: Artifact Handoff.

Gate manusia

Setelah gate otomatis lolos, checkpoint terakhir sebelum PR dibuat atau digabungkan adalah approval eksplisit dari manusia. Ini gate yang tidak bisa diotomatisasi sama sekali — CAF tidak menyediakan opsi untuk melewatinya.

Kenapa dua-duanya wajib

Gate otomatis menangkap masalah yang bisa dideteksi mesin — lint error, test gagal, pola kode yang berisiko. Tapi tidak semua keputusan bisa direduksi ke aturan otomatis: konteks bisnis, trade-off arsitektur, atau risiko yang cuma terlihat oleh orang yang paham proyeknya. Gate manusia menutup celah itu.

Kebijakan retry

Kalau gate otomatis gagal, agent boleh mencoba ulang fase tersebut — maksimal 3x. Setelah 3 percobaan tetap gagal, CAF berhenti dan mengeskalasi ke manusia alih-alih terus mencoba tanpa arah.

Tidak ada auto-merge

Ini konsekuensi langsung dari Layer 4: tidak ada jalur apa pun — betapapun bagus hasil gate otomatis — yang bisa membuat PR ter-merge tanpa approval manusia. Governance ini yang membedakan CAF dari orkestrator agent yang mengejar kecepatan lewat auto-merge.

Hubungan dengan layer lain

Layer 4 mengonsumsi verify-report.md dari Layer 3, dan hasil keputusan gate-nya menentukan apakah Layer 5: Orchestration boleh melanjutkan pipeline ke fase berikutnya atau berhenti menunggu manusia.