Layer 3: Artifact Handoff

Kenapa CAF menyimpan hasil tiap fase sebagai file Markdown di repo, bukan di context chat.

Layer 3 adalah cara CAF memindahkan hasil kerja dari satu fase ke fase berikutnya — lewat file Markdown di repo, bukan lewat context percakapan yang hilang begitu sesi agent berakhir.

Kenapa Markdown, bukan context chat

Context chat itu sementara: begitu sesi agent selesai atau di-restart, semua nuansa keputusan yang diambil ikut hilang. Artifact Markdown di repo:

  • Bertahan lintas sesi — agent fase berikutnya (bahkan dijalankan hari lain) tetap bisa membaca keputusan fase sebelumnya
  • Bisa di-review manusia kapan saja, seperti membaca dokumen biasa
  • Ikut ter-version di git, jadi ada jejak audit lengkap per ticket

Struktur file per ticket

Setiap ticket punya foldernya sendiri di .ai/tasks/<ticket-id>/:

.ai/tasks/<ticket-id>/
  plan.md
  implementation-notes.md
  verify-report.md
FileDitulis olehIsinya
plan.mdPlannerRencana kerja, langkah yang akan diambil
implementation-notes.mdImplementerPerubahan yang dibuat dan alasannya
verify-report.mdVerifierHasil lint, test, dan temuan review otomatis

Alur baca-tulis antar fase

Setiap fase mengikuti pola yang sama:

  1. Baca artifact dari fase sebelumnya (kalau ada) + konteks dari Layer 1 + definisi perannya sendiri dari Layer 2
  2. Kerjakan tugas sesuai scope fase
  3. Tulis hasilnya sebagai artifact baru sebelum fase selesai

Reviewer (manusia) membaca seluruh rangkaian artifact ini — bukan cuma diff kode — untuk memahami kenapa sebuah keputusan diambil, bukan cuma apa yang berubah.

Hubungan dengan layer lain

Format artifact ditentukan oleh Layer 2: Agent Definitions. verify-report.md yang dihasilkan di layer ini menjadi input untuk Layer 4: Quality Gates.